"senja hadir mengajak bercengkrama tentang pentingnya menghargai waktu bersama orang yang dipuja"
Dititik aku ingin menuliskan tentang senja, retina seketika itu selalu menunggu kehadiran senja, menggugah rasa untuk terpikat dengan rona warna yang terpancar, selalu kuusahakan untuk terpenggal senyum diwajah, agar senja merasakan kenyamanan saat bersua bersama.
Dititik ini aku tau, mengapa mereka menyukai senja? alasan itu terpapar jelas, ketika senja melambai, mengajak ku bercengkrama dengan suguhan kopi, yang membuatku candu untuk terus bersama nya, senja berbisik dengan merdu, mengajariku pentingnya menjaga dan menghargai, indahnya kebersamaan dengan orang yang dipuja.
Disaat itu kutahu, menghargai waktu adalah hal terpenting dalam menyambut kehadiran sang pujaan, relung seakan ditaburi kebahagiaan, saat ku duduk bercengkrama, bertukar rasa yang tak dapat diungkap dengan frasa,
Disaat itu, tiba tiba kuterisak, mengingat akan ketidak hadiran sang pujaan yang tak kunjung datang,
inginku katakan saja, biar senja yang menggantikan keberadaan nya, menorehkan senyuman yang tak kan tergilas di raut wajah, karena senja masih memiliki hati untuk bergeming, menjelaskan kepergiannya, bukan tiba tiba pergi tanpa sepatah alasan yang tertera,
Kala itu, senja menertawaiku,membuat wajah merah semu, ia menyeret tempat untuk lebih dekat denganku, lagi lagi ia membisikiku, "tinggalkan saja dia! lihatlah diriku, ketika langit kutinggalkan, masih ada malam yang lebih indah dariku, jangan pernah terlalu mengagumiku, sebab yang paling tangguh untuk perihal rasa adalah langit, ia sangat berbesar hati ketika cuaca sering meninggalkan nya, namun ia tetap optimis dengan cuaca yang akan datang, tanpa menyesali hal lalu".
Kata kata itu menamparku, membuat hati lebih sejuk, senja tersenyum puas melihat kelegahan hati yang terpancar diwajahku, tiba tiba ia menjabat tangan atas perpisahan yang akan dilaksanakan, waktunya sudah terhimpit, membuatnya terpaksa untuk menghilang secara perlahan.
Akhir kata dalam cengkrama ini, ia memeluk dengan kehangatan, mengingatkan untuk selalu menjaga hubungan yang sudah terikat, jangan sia siakan atas keegoisan yang merajalela, sambunglah kembali jika akan terputus, jangan ada pemutus diantara suatu hubungan, namun jika ia memaksa meninggalkan langkah atas ketidak sungguhan hatinya, maka berbesar hatilah untuk menerima keputusan yang sudah ia buat, sebab masih banyak orang yang menunggu terbuka nya hatimu atas cinta yang kau dewakan.
Senja itu menghilang dengan perlahan, punggungnya memberi kehangatan untuk menatap lebih optimis, aku yakin senja lebih hebat dari segalanya, ia rela terganti oleh malam, meski senja ingin berdiam lama menghiasi bumi,
terima kasih senja, cengkrama dalam satu waktu itu membuatku lebih faham akan suatu hal.
PERTAHANKAN jika ia yang terbaik, LEPASKAN jika ia akan menggoreskan luka.
Coretan Senja
AINUR ROFIQOH # JELITA
Keep your spirit up... 😍
ReplyDeleteFighting.
ReplyDeletesuka suka��
ReplyDelete